[Terjawab] Cara memanggang plastik susut toko 100 yen dan suhu terbaiknya
Bagian tersulit bagi pemula plastik susut adalah proses memanggangnya
Halo, saya Kanahina ☆
Saat mulai membuat kerajinan plastik susut, bagian yang paling sering membuat bingung adalah proses memanggang. Kita tahu plastik ini dipanaskan di toaster, tetapi suhu berapa yang tepat? Apa arti suhu rendah? Bagaimana jika toaster tidak punya pengaturan suhu?
Kali ini saya menguji beberapa suhu untuk melihat hasil yang paling rapi dan paling sedikit melengkung.
Saya menggunakan toaster dengan pengaturan 80°C sampai 230°C
Saya membandingkan dua jenis toaster: satu yang suhunya bisa diatur dari 80°C hingga 230°C, dan satu lagi yang bisa memilih panas atas, panas bawah, atau keduanya. Saya juga punya Healsio Griller dengan uap, tetapi tidak saya rekomendasikan karena hasilnya kurang baik dan uap membuat kaca berembun.
Bahan yang digunakan adalah plastik susut Kyucotto dari Daiso, warna putih, tebal 0,3 mm.
Agar hasilnya tidak terlalu dipengaruhi perbedaan tiap potongan, saya memanggang dua lembar untuk setiap suhu. Setelah matang, saya tidak menekannya, tetapi melihat bentuknya apa adanya.
Ini adalah potongan sebelum dipanggang. Semuanya dipotong menjadi lingkaran berdiameter 25 mm.
Inilah hasil percobaannya

Pada 80°C dan 100°C, panasnya belum cukup sehingga plastik tidak menyusut dengan baik.
Satu potongan memang menyusut sedikit, tetapi potongan lain tidak berubah lagi walau sudah lebih dari dua menit di toaster, jadi saya menghentikan percobaan.
Potongan yang menyusut itu masih terlihat lebih besar dibanding hasil suhu lain dan tidak rata dengan baik.
Pada suhu lainnya, ukuran akhir hampir sama. Namun 120°C dan 140°C menghasilkan bentuk yang lebih rapi, sedangkan suhu lebih tinggi tampak lebih mudah membuat bentuk melengkung.
Plastik susut memang menyusut berbeda antara arah vertikal dan horizontal, jadi sedikit distorsi sulit dihindari. Namun, semakin kecil distorsinya tentu semakin baik.
Pada toaster dengan pilihan panas atas, bawah, dan keduanya, perbedaannya tidak terlalu besar, tetapi panas bawah terlihat menghasilkan lingkaran paling rapi.
Dari sisi belakang, potongan yang dipanggang pada 180°C ke atas dan potongan dengan panas atas-bawah memiliki sudut yang agak meleleh serta sisa tepi kecil.
Kesimpulan dari percobaan ini
Dari beberapa suhu yang saya coba, 120–140°C terasa paling baik jika toaster memiliki pengaturan suhu. Jika hanya bisa memilih jenis pemanas, panas bawah memberikan hasil paling rapi.
80°C dan 100°C terlalu rendah, sedangkan 230°C membuat tepi kasar dan sisa lelehan lebih terlihat.

Setelah membandingkan dua toaster, saya merasa toaster dengan pengaturan suhu lebih mudah digunakan.
Jika ingin membeli toaster untuk kerajinan plastik susut, periksa apakah suhunya bisa diatur.
Karena kekuatan panas tiap toaster berbeda, jadikan hasil ini sebagai referensi dan temukan suhu terbaik untuk alat Anda 😊
Jika masih bingung harus membeli apa, saya sertakan tautan bahan dan toaster yang saya gunakan.
Jika membeli plastik susut secara online, saya biasanya merekomendasikan Amazon.
Kadang paket isi 10 lebih murah daripada membeli di toko 100 yen, jadi saya sering membelinya di sana.
Pengirimannya cepat, dan dengan Amazon Prime ongkir sering gratis.
Silakan lihat melalui tautan di bawah 😊
Untuk toaster, saya memakai model di bawah ini karena suhunya bisa diatur, harganya tidak terlalu mahal, dan mudah digunakan 😊
Saya membuat aksesori dari plastik susut selama sekitar 15 tahun, dan toaster ini terasa sangat mudah digunakan serta memberi hasil yang bagus 💕
Saya juga menyiapkan pertanyaan umum tentang plastik susut, jadi silakan jadikan bagian berikut sebagai referensi.
Pertanyaan yang sering diajukan
-
Q.1Bisakah plastik susut dipanaskan tanpa toaster?
-
A.1
Bisa juga memakai alat panas untuk embossing.
Namun bagian yang tidak terkena udara panas tidak akan menyusut, jadi kurang cocok untuk karya besar. Anginnya juga bisa menerbangkan plastik.
-
Q.2Apakah ada toaster yang terlalu kuat?
-
A.2
Ya. Kekuatan panas berbeda pada tiap alat, jadi lakukan uji coba kecil terlebih dahulu.
-
Q.3Berapa lama harus dipanggang?
-
A.3
Tergantung suhu, tetapi biasanya plastik melengkung dan menyusut dalam beberapa detik. Tunggu sampai kembali rata dan berhenti bergerak.
-
Q.4Apakah ketebalan mengubah waktu?
-
A.4
Ya. Saya mencoba 0,15 mm sampai 0,4 mm; lembar tipis cenderung lebih cepat selesai. Lihat kondisi plastik, bukan hanya waktunya.
-
Q.5Bagaimana jika bentuknya melengkung?
-
A.5
Saat masih panas, tekan perlahan dengan benda datar seperti buku.
Jika memakai spidol atau pewarna, apit dengan kertas agar warna tidak berpindah.
-
Q.6Apa yang perlu diperhatikan saat memakai toaster?
-
A.6
Toaster sangat panas. Berhati-hatilah saat mengeluarkan potongan dan gunakan sarung tangan kerja atau sarung tangan sutra tipis.
Sarung tangan sutra lebih sedikit meninggalkan bekas saat membentuk plastik hangat.
-
Q.7Apakah desain dan warna dibuat sebelum dipanggang?
-
A.7
Umumnya ya. Setelah matang, warna juga bisa ditambahkan dengan cat akrilik. Karena warna menjadi lebih pekat setelah menyusut, gunakan warna tipis jika memakai pensil warna atau pastel.
-
Q.8Mengapa muncul gelembung?
-
A.8
Gelembung dapat muncul jika pewarna tidak rata atau plastik terlalu panas.
-
Q.9Apa tips jika belum terbiasa?
-
A.9
Cobalah berulang kali. Dengan latihan, Anda akan tahu kapan potongan sudah benar-benar selesai.
-
Q.10Apakah bentuk bisa berubah saat masih panas?
-
A.10
Ya. Saat panas, plastik sangat lunak dan dapat berubah bentuk sampai dingin. Sifat ini juga bisa dimanfaatkan untuk membuat bentuk tiga dimensi.
-
Q.11Apakah asap atau bau berbahaya?
-
A.11
Dalam penggunaan normal risikonya tidak besar, tetapi ventilasi tetap penting dan hindari pemanasan berlebihan.
-
Q.12Terbuat dari apa plastik susut?
-
A.12
Bahan utamanya adalah polistirena, plastik yang menyusut saat terkena panas.
Artikel terkait plastik susut toko 100 yen
Saya juga menulis artikel lain tentang plastik susut dari Daiso, Seria, dan Can★Do. Jika dibaca bersama, pemahaman tentang jenis bahan dan cara memanggangnya akan lebih lengkap.